Serangan di Paris, Mungkinkah ‘False Flag Attack’ ?


false-flag-attack

Islamedia – Peristiwa serangan di Paris terjadi pada hari Jumat tanggal 13 (bertepatan dengan peringatan pembantaian proto-Illuminati Templar) di bulan ke-11, di distrik 11 Paris. Selanjutnya dikenang dengan “11/13” atau “Friday the 13th.” Numerologi Illuminati atau kebetulan?

Sehingga bisa dikatakan bahwa waktu kejadian tampaknya sangat mencurigakan.

Kemudian, jika itu semua hanya kebetulan. Mungkin ini merupakan serangan yang benar-benar dilakukan oleh “Muslim yang marah”. Mungkin tidak ada peran negara. Mungkin saat ini, untuk sekali saja, itu benar-benar bukan False Flag.

Tapi keuntungan apa yang akan diperoleh oleh kelompok “radikal Muslim”?

Insiden ini sudah diklaim bahwa ISIS pelakunya; namun itu tidak masuk akal, karena Rusia yang “menyerang” ISIS di Suriah, bukan Perancis.

Mungkin bukti terpercaya akan menunjukkan bahwa serangan Paris adalah benar-benar serangan teroris, dan dicurigai bisa saja dilakukan oleh kelompok pengungsi yang memasuki Eropa. Namun, apa yang akan pengungsi dapatkan dengan membuat diri mereka tidak diinginkan jika mereka melakukan tindak kekerasan terhadap negara tuan rumah, dan di mana pengungsi di Perancis mendapatkan senjata otomatis dan bom? Sedangkan warga Perancis sendiri juga tidak akan bisa mendapatkannya dengan mudah ?

Beberapa orang begitu naif dan bodoh untuk berpikir bahwa tidak ada pemerintah yang akan membunuh warganya sendiri. Tapi pemerintah telah melakukannya sepanjang waktu. Ada banyak kasus serangan False Flag, contohnya seperti Operasi Gladio.

Operasi Gladio adalah operasi intelijen Italia yang tanpa henti menyerang warga sipil Italia yang tidak bersalah, diantaranya meledakkan bom di ruang tunggu di stasiun kereta api, membunuh ratusan, dan kemudian menyalahkan kekerasan tersebut pada pihak komunis Eropa di era pasca-Perang Dunia II untuk mencegah komunis memenangkan pemilu.

Seorang presiden Italia mengungkapkan kebenaran tentang Operasi Gladio, dan kita dapat membaca detail kebusukan ini di sejumlah buku dan situs online. Pemboman tidak dilakukan oleh pihak komunis, seperti yang dilaporkan secara luas di media Barat yang korup. Pemboman dilakukan oleh intelijen Italia dibantu oleh CIA.

Dalam salah satu sidang investigasi di Italia, anggota intelijen Italia mengatakan bahwa area yang akan dibom dipilih untuk memaksimalkan kematian dengan korban terbanyak perempuan dan anak-anak, karena korban inilah yang paling berguna untuk mendiskreditkan komunis.

Mengingat tradisi dan sejarah panjang dunia Barat dengan orkestra False Flag-nya, “serangan teroris” di Paris bisa menjadi manifestasi terbaru.

Middle East Update, dari berbagai sumber.

http://islamedia.id/serangan-di-paris-mungkinkah-false-flag-attack/

author
No Response

Leave a reply "Serangan di Paris, Mungkinkah ‘False Flag Attack’ ?"