Kapal Legendaris KRI Dewaruci Berlayar Antar Api Asian Games

LINKBERITA.COM, MAKASSAR – Api abadi Asian Games Ke-XVIII tiba di Kota Makassar, Pelabuhan Soekarno Hatta, berlayar dengan kapal KRI Dewaruci menuju Dermaga Lantamal 14:36 Wita.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono ikut berlayar dan mengantar api abadi yang ditaruh tinder box (lentera). Lentera api tersebut diserahkan ke Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji.

“Baru saja saya menerima obor dari Bapak Gubernur, saat ini kita bawa dengan KRI Dewaruci ke Pelabuhan Lantamal,” kata Siwi.

Sekira pukul 15.00 Wita kapal Dewaruci ini tiba, upacara penyambutan ada secara adat dilakukan, Lantamal menyambut dengan tarian Paraga. Hadir juga menyambut ribuan anak sekolah bersama guru mengular dari dermaga hingga pintu gerbang Lantamal (VI) 6.

Upacara (ceremony) di LANTAMAL 6 dipimpin langsung KSAL.

“Sengaja dilaksanakan di Dewaruci karena khusus untuk Angakatan Laut. Ini memiliki nilai hitorikal yang baik sekali, khususnya seluruh perwira di didik di kapal ini,” tuturnya.

KSAL didampingi Sumarsono menyerahkan api yang ada dalam lentera yang dinyalahkan oleh Pj Gubernur. Selanjutnya diserahkan ke atlit (duta) Asian Games.

Atlit yang menerima itu Yustedjo, Ia merupakan mantan atlet peraih medali emas dua kali cabang olah raga tenis tahun 1978 dan 1982.

Sumarsono menyampaikan bahwa Api Obor ini memiliki arti dapat mengangkat nama baik Sulsel.

“Eventnya di pelabuhan dan di Losari, dua hari ini kita full hari obor dan hari jalan sehat,” sebut Sumarsono.

Penyerahan obor Asian Games dari Lantamal VI ke Tugu Mandiri. Obor Asian Games dari Tugu Mandiri diarak dengan konvoi kendaraan tiba di Jalan Haji Bau, dan akan diarak oleh pelari pertama, Malik Faisal menuju Anjungan City of Makassar.

Selanjutnya, rencananya pada pukul 17.00 Wita  dengan ceremony Penyambutan adat Anggaru dan Prosesi Pataka dan Tari Jenaka Gandrang Bulo Mengiringi Api Obor di Letakan Panggung di Anjungan City of Makassar.

Sekira 17.00 – 18.30 Wita Touch Relay dilanjutkan dengan rute melawati Makassar Golden Hotel (titik kedua), Fort Rotterdam, Gedung Kesenian, SMP Negeri 6 dan Lapangan Karebosi. Kemudian ke Monumen Mandala, berbelok ke Jalan Chairil Anwar, ke Jalan Bontolempangan, ke jalan Arif Rate, Taman Segitiga, Taman Hasanuddin, ke Jalan Sawerigading, Lapangan Hasanuddin dan finis di Rujab Gubernur Sulsel.

Guna menghibur para peserta arakan obor dan sejumlah mantan atlit, malamnya, Pemprov Sulsel melakukan jamuan makan di Baruga Lakipadada.(Rls).