Blusukan di Enrekang, Wagub Sulsel Kunjungi Pasar Tradisional Sudu Belajen

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati dan Wakil Bupati Enrekang mengunjungi Pasar Tradisional Sudu Belajen.

ENREKANG | Selama dua hari melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Enrekang, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati dan Wakil Bupati Enrekang mengunjungi Pasar Tradisional Sudu Belajen Kelurahan Kambiolangi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang, Selasa (23/4).

Pasar Sudu dikenal sebagai salah satu pasar sentral teramai di Kabupaten Enrekang dan menjadi salah satu penopang perekonomian Enrekang lantaran cukup dekat dengan Pasar Sub Terminal Agro Cece di DesaSumillan.

Namun sayangnya sejak awal meninjau pasar, kondisi sampah yang menggunung sudah terlihat dari jalan masuk pasar dan cukup mengganggu. Kondisi tersebut membuat lingkungan pasar terkesan kumuh dan jorok. Hal ini pun menuai sorotan dari Wagub Andi Sudirman Sulaiman.

“Penumpukan sampah itu seharusnya dapat dicegah. Salah satunya dapat mempergunakan lahan fasos-fasum dari perumahan untuk dibangun TPS. Kemudian juga menggalakkan bank sampah, serta memperbanyak lubang biopori jumbo untuk membusukkan sampah organik menjadi pupuk.” saran Wagub.

Pemerintah Kabupaten Enrekang sendiri mengaku berkeinginan untuk mengolah sampah pasar menjadi sampah organik. Dengan demikian ke depannya pasar tersebut dapat menjadi public space yang nyaman dikunjungi masyarakat.

Pemprov Sulsel berjanji hal ini akan menjadi perhatian. Dan diharapkan Pemda dapat mengkaji pengolahan sampah organik ini sehingga bisa dijadikan pupuk organik.

“Ini menjadi perhatian Pemprov. untuk menghadirkan rasa nyaman bagi para pedagang menjajakan dagangan dan nyaman bagi pembeli untuk mendapatkan kebutuhannya. Inilah maksud dari Program Hilirisasi Pertanian,” ujar Andi Sudirman.

Selain meninjau pasar sudu, Wagub juga meninjau Rumah Sakit Pratama yang hingga kini belum beroperasi karena terkendala operasional salah satunya alat-alat kesehatan.

Wagub pun meminta agar tim TGUPP nantinya meninjau RS yang sudah menghabiskan anggaran puluhan milyar tersebut. Apalagi posisi rumah sakit cukup strategis karena berdekatan dengan pasar dan pusat keramaian lainnya.(*)