Cekcok Usai Minum Tuak, Warga Sapaya Terkapar dengan Satu Tikaman

GOWA | Polres Gowa mengamankan seorang pelaku ET (20) warga Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

ET, diamankan usai melakukan penganiayaan berat yang berujung kematian terhadap korban JBC (17), pada Sabtu (19/1) malam kemarin di Cambang Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan saat menggelar press conference, pada Minggu (20/1/2019).

“Pelaku ET diamankan di rumah Kepala Desa Mangempang, yang saat itu menyerahkan diri sekaligus menghindari amuk warga usai melakukan perbuatanyya,”kata Tambunan.

Adapun kronologis kejadian berawal saat pelaku dan korban tengah minum tuak (ballo) bersama, namun tiba-tiba korban merasa tersinggung sehingga terjadi cekcok dengan pelaku.

Diakui pelaku, bahwa saat itu ia mencoba meredam korban yang sudah dibawah pengaruh miras jenis tuak (ballo) dengan menyuruhnya pulang, namun korban tidak mengindahkannya sehingga menantang pelaku untuk beradu.

“Pelaku menolak saat korban menantang untuk beradu. korban mengarahkan ayunan tangannya ke wajah pelaku, namun berhasil dihela, sehingga pelaku refleks mengambil sebilah badik dari pinggangnya dan langsung menikam korban,”tuturnya

Sejumlah barang bukti pun berhasil diamankan petugas, diantaranya motor korban serta pakaian korban. Adapun badik yang dibuang pelaku saat menikam korban, hingga saat ini masih dalam pencarian oleh petugas.

“Pelaku yang bekerja sehari-hari sebagai buruh tani ini pun kini dijerat Pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76c UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,”sebutnya.

Sementara, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga Almarhum.

“Kami minta kepada keluarga korban agar ikhlas dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada petugas,”tambahnya. (Har)