Dinas P2TP2A Jeneponto Berkomitmen Optimalkan Penanganan P3A

LINKBERITA.com, JENEPONTO — Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PT2TP2A) dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Jeneponto akan membangun komitmen untuk mengoptimalkan penanganan kekerasan perempuan dan anak.

Kegiatan tersebut berlangsung dikantor Dinas Pembardayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Jalan Ishak Iskandar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Selasa, (11/12/2018).

Pelaksana tugas Kapala Dinas P3A Sulawesi Selatan, Askari mengatakan akan terus melakukan Sosialisasi kepada seluruh stockholder terkait, dalam rangka pencegahan kekerasan perempuan dan anak.

“Jadi difokuskan ada dua, pencegahan dan penanganan,”kata Askari.

Menurutnya, menangkal kekerasan tersebut, baik kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Tentunya, harus dengan penguatan advokasi, dan memperkuat jangkauan seperti pemberian KIY, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta melibatkan semua stockholder di Kabupaten Jeneponto.

“Seperti gerakan Desa bebas pornography, jika ini terjamah disetiap desa, nanti akan diikuti oleh desa desa lainnya. Jadi begitu orang Kemeterian, dan orang Provinsi datang menggaungkan gerakan Jenponto bebas pornography, maka menggaung secara Propinsi dan bermanca Negara” katanya.

Kata Askari, Sebaiknya Pemerintah Kabupaten kota membuat satu gerakan yang memang betul-betul mendarat ke masyarakat. Kegiatan kepada masyarakat, punya aplikasi, punya dampak, itu harus dirasakan oleh masayarakat.

“Ada beberapa anggaran yang sebelumnya tidak efektif yang seharusnya diarahkan untuk lebih menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung, agar dapat dirasakan manfaatnya,”ucapnya.

Selanjutnya, bahwa tidak kala penting para penegak hukum, agar setiap pelayanan penanganan kasus kekerasan agar dapat obyektif dalam setiap penanganannya.

“Karena ini nantinya akan menjadi virus kalau penanganannya tidak obyektif. kita tidak bisa pungkiri sebagian penegakan hukum itu, kalau misalnya ada hal-hal yang sifatnya kekerasan, dilepas pelakunya. Nah, kita tidak berharap seperti itu, kita harus fokus pada sosialisasi untuk mengajak masyarakat hindari kekerasan dalam rumah tangga,”tuturnya.

Editor : Samsir