Hati Hati! Bukit Keramat Jeneponto Sering Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Warga Sebut Mistik

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Mengungkap di balik peristiwa mistik di jalan poros Jeneponto – Makasaar tepatnya di seputaran Kampung bukit keramat atau biasa juga disebut Karamaka, Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangakal Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Selasa (7/8/2018).

Salah seorang warga Kampung Karamaka Santi (32) mengatakan Tikungan Karamaka sudah banyak memakan korban ada yang mati ditempat dan ada juga yang patah tulang. Kecelakaan yang terjadi dikawasan karamaka dan memakan korban jiwa baik pengendara roda empat dan roda dua.

Untuk melewati kawasan Karamaka sebaiknya Pengendara roda dua dan empat dapat berhati hati dan tidak lupa membunyikan klakson sebagai isyarat karena biasa terdapat penampakan sosok mahluk halus berpakaian baju merah berwajah cantik dan berambut panjang, yang secara tiba tiba menyeberang jalan.

“Kedatangan mahluk gaib itu, sebelum magrib. Saya sendiri pernah melihatnya wajahnya cantik, rambutnya panjang dengan berpakaian baju merah. Kadang juga ada ular panjang membentang di jalan atau se ekor kucing. Jika sosok mahluk gaib ini nampak, pasti akan memakan korban dan kebanyakan meninggal ditempat,”jelas Santi di dampingi tetangganya, Tonji (40).

Sehubungan dengan hal tersebut, selain penampakan sosok mahluk gaib di tikungan Karamaka. Juga terdapat sebuah kuburan tua yang juga dianggap Keramat oleh warga setempat. Kuburan itu di kenalnya seorang perantau dari tanah bugis, bernama Puang Sultan meninggal di jeneponto kala itu.

Sedangkan Perempuan yang berpakaian baju merah itu yang merupakan sosok penampakan mahluk gaib bernama puang Rannu yang juga saudara dari Puang Sultan. Dari kuburan Puang sultan terkadang juga muncul seekor Kalajengki dan seekor Ular.

Tikungan Karamaka, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Selasa (7/8/2018).

“Sajari (80) ini adalah salah seorang saksi hidup dan anaknya bahwa Kuburan tua itu juga sering di kunjugi oleh warga luar kota diantaranya dari Makassar, Bulukumba, Bantaeng, Pare Pare dan Warga Jeneponto sendiri. Kunjugannya untuk memberikan sesajeng berupa Kambing, ayam sebagai hajatan siara di makam keramat itu,”tambahnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Andi Ali Imran mengatakan dalam pandangan hukum peristiwa mistik tidak berlaku. Hanya saja jika itu benar adanya penampakan sesosok mahluk gaib di kawasan Karamaka, agar mungkin harus lebih berhati hati.

Untuk berkendara baik itu pengendara roda dua dan empat serta bagi pejalan kaki. Salah satunya jalan menikung yang dianggap rawan kecelakaan lalu lintas di bukit keramat antara kilometer 61 dan 62, di himbau bagi pengendara untuk berhati hati.

Dalam aturan lalu lintas sendiri, akibat kecelakaan yang sering terjadi di bukit Keramat itu, dapat dikatakan karena pengendara yang kurang berhati hati dan sangat minimnya juga rambu rambu lalu lintas untuk mengimbau keselamatan bagi pengendara dan juga karena faktor alam.

“Biasa ada pengendara roda dua dan empat meninggal semua di tkp di akibatkan karena kurang hati hati dan kalau soal ada yang dikatakan mistik diseputaran karamaka itu boleh dipercaya dan boleh tidak. Pesan saya untuk berkendara agar berhati hati saja, apalagi jika ada hal hal yang dianggap mistik disekitar itu,”jelas Andi Ali

Redaksi