Ini Lima Rekomendasi Perhumas Indonesia

LINKBERITA.com, MAKASSAR — Konvensi Humas 4.0 di Jakarta, Senin (10/12) lalu, mengeluarkan lima poin rekomendasi yang nantinya bisa dijadikan sebagai acuan untuk praktisi humas di berbagai lintas sektor industri di Indonesia mulai dari pemerintah, swasta dan organisasi kelembagaan.

Kelima poin acuan tersebut bahwa humas yang berada dalam era industri 4.0 perlu memiliki karakter, kolaborasi, kebijakan, kompetensi dan kode etik kehumasan (5K).

Kepala Biro Humas Sulsel yang juga Ketua BPC Perhumas Makassar-Sulawesi Selatan mendukung rekomendasi ini.

“Menurut saya ini sangat dibutuhkan di era sekarang. khususnya jadi pegangan bagi humas-humas di Indonesia agar mempunyai kesamaan pandang dan visi yang jelas seperti apa humas di era di Gital ini,” kata Devo, Kamis (13/12/2018).

Lanjutnya, rekomendasi ini sebagai bekal bagi humas untuk menyambut industri era 4.0 karena di dalam rekomendasi itu terdapat point yang menjadi hal-hal yang memang dibutuhkan oleh humas jaman saat ini.

“Antara lain humas itu harus memiliki karakter yang adaktif, kreatif, kemudian punya jiwa merah putih. Dan di era ini juga penting, bagaimana humas bisa berkolaborasi antara satu dengan yang lain, tidak bisa mementingkan ego sektoral karena ujungnya menjual Indonesia,” sebutnya.

Poin ini menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk akan menghadapi tantangan yang sangat berat bagaimana artificial intelligence (kepandaian buatan) sudah masuk. Rekomendasi ini sebagai antisipasi agar peranan humas tidak diganti oleh tenaga-tenaga robot.

“Seperti harapan Bapak Presiden meminta jangan sampai humas itu tergantikan oleh robot. Karena apa pun itu yang mengendalikan robot-robot itu harus manusia. Di situ kita harus mempunyai sebuah keseimbangan dan kekuatan yang hanya dimiliki manusia, yaitu kemanusian dan empati,” ujarnya.

Rekomendasi ini juga uajrnya, akan diaplikasikan di Humas Pemprov dan kabupaten/kota. “Akan segara kami sosialisasikan di Sulsel. Harapan kita menjadi point rekomendasi ini menjadi pegangan,” harapnya.

Adapun kelima rekomendasi tersebut diantaranya,
1. Karakter
Humas 4.0 harus memiliki karakter yang adaptif, kreatif, responsif dan punya agenda setting. Selain itu humas juga harus mengedepankan sikap membela kepentingan NKRI. Ini penting untuk melihat sejauh mana integritas para praktisi humas di Indonesia.

2. Kolaborasi
Humas 4.0 harus memiliki spirit kolaborasi yaitu komunikasi strategis yang dibangun antar lembaga, tidak boleh lagi ego sektoral.

3. Kebijakan
Khusus untuk humas pemerintah, perlu ada reposisi peran humas secara tepat sehingga humas bisa
bekerja lebih efektif dan tepat sasaran. Pemerintah diharapkan membuat regulasi yang mengikuti
perkembangan jaman.

4. Kompetensi
Untuk mendukung Roadmap Making Indonesia 4.0, Perhumas akan meluncurkan akreditasi humas 4.0 dimana nantinya semua humas harus memiliki standart kemampuan soft skill berbasis digital.

Pemerintah diharapkan mewajibkan para praktisi humasnya untuk mengambil sertifikasi tersebut agar
humas memiliki kompetensi yang memiliki daya saing yang kuat.

5. Kode Etik Kehumasan
Kode etik Perhumas harus segera direvisi menjadi kode etik humas 4.0 sehingga humas memiliki komitmen dan integritas tinggi terhadap pekerjaan yang dijalankannya.(*)