Kampanye HAKTP dan Cegah Pernikahan Anak di Bawah Umur di Jeneponto

LINKBERITA.com, JENEPONTO — Upaya menyelamatkan anak dari tindakan perkawinan terus dilakukan, momentum perayaan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) dalam gerak bersama kampanyekan cegah Perkawinan anak dibawah umur di Jeneponto. Sabtu (1/12/2018).

Cegah Perkawinan anak terlibat di dalamnya Pemkab Jeneponto dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) KOHATI, Karang Taruna, Pemuda Muhammadiyah, Forum Anak, LSM Pattiro Jeka, Gugah Nurani Indonesia (GNI), DPD KNPI dan, DPD BKPRMI Jeneponto.

Kegiatan aksi tersebut berlangsun didepan taman lalu lintas jalan Sultan Hasanuddin dengan Koalisi memasang spanduk ajakan mencegah perkawinan anak dibawah umur yang dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dan orasi masing masing pimpinan Instansi, pimpinan Organisasi dihadapan peserta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto Juniati mengatakan semua element masyarakat harus bersatu dalam mencegah perkawinan anak usia dini karenanya seluruh hak-hak anak harus dilindungi dan dipenuhi agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.

“Dukungan masyarakat dan pemerintah untuk memberikan rasa aman untuk terus belajar dan bermain bagi anak anak kita tidak dihantui perkawinan anak yang masih dibawah umur,”kata Juniati.

Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jeneponto Ramlawati Alex menambahkan jika Perkawinan anak dibawah umur itu, merintangi kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.

“Perkawinan anak, merenggut masa bahagia anak untuk bermain, belajar dan berkreasi, Perkawinan anak dibawah umur merintangi terwujudnya ketahanan negara,”ucap Alex.

Sementara itu, Ketua Karan Taruna Jeneponto Bahtiar mengatakan mendukung cegah perkawinan anak dibawah umur karena menikahannya sama dengan menghancurkan masa depan anak yang seharusnya belajar dan bermain.

“Semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah harus memdukung untuk memcegah perkawinan dibawah umur dan memberikan kepastian hukum bagi anak untuk mendapatkan perlindungan, agar anak dapat terus belajar dan bermain,”pungkasnya

Penulis : Luqman
Editor    : Samsir