PA Mencatat Angka Perceraian Meningkat di Jeneponto

JENEPONTO | Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Maret ini Pengadilan Agama (PA) Jeneponto mencatat kasus perceraian meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Agama Jeneponto, Idris kepada Wartawan dikantornya, Kamis (28/03/2019).

“Tahun 2018 lalu, kita terima sekitar 300 perkara yang sifatnya sengketa dan pemohon murni ada sekitar 11. Jadi semuanya di tahun 2018 ada sekitar 411 kasus yang ditangani,” kata Idris.

Sementara tahun 2019 ini, hingga di bulan maret ini terjadi kenaikan kasus, seperti di kasus sengketa banyak meliputi perkara.

“Tahun 2019 ini hingga bulan maret, sengketa perceraian dan hingga kewarisan harta bersama sudah mencapai 87 perkara, dan permohonan murni 41 perkara,”sebutnya

Penyebab perceraian tersebut karena ketidak cocokan, yang berawal mungkin dari pertengkaran biasa hingga terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Jika melihat perbandingan ini antara cerai gugat dengan cerai talak, lebih banyak cerai gugat dan kebanyakan istri yang menggugat dan menceraikan suaminya,”katanya

Menurut Wakapolsek Batang IPTU Baharuddin mengatakan tingginya angka perceraian itu, salah satunya bisa saja di akibatkan karena pengaruh dari medsos dan bukan saja karena pengaruh ekonomi.

“Jadi banyak pemicunya, bukan saja karena faktor ekonomi, bisa saja pengaruh medsos yang dapat menjadi pemicu perselingkuhan dan berujung rumah tangga retak hingga terjadi perceraian,” terangnya.