Pelaku Diduga Gangguan Jiwa Tikam 2 Warga Jeneponto 1 Meninggal Dunia

JENEPONTO | Dugaan tindak pidana penganiayaan berat dengan mengakibatkan Mamang (65) meninggal dunia dan satu orang terluka parah, akibat senjata tajam (Sajam).

Kejadiannya tepat di Lingkungan Bontorannu, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pelaksana tugas Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul dalam rilisnya mengatakan, Mursalim (35) salah satu sopir angkot Warga Bontorannu itu, mendatangi rumah Lili (45) dan melempar sebuah batu. Namun Lili bersembunyi didalam rumahnya.

Tak Sampai disitu, Mursalim melihat Mamang (65) tanpa pikir panjang mendatangi korban dan langsung menikamnya secara berulang-ulang. Lili yang melihat kejadian tersebut yang bermaksud untuk menolong Mamang juga menjadi pelampiasan ditikam senjata tajam (badik).

Atas kejadian itu, Mamang, Luka robek pada dada sebelah kiri, robek pada perut sebelah kiri, robek pada alis sebelah kiri, robek pada tulang rusuk sebelah kiri yang mengakibatkan korban Meninggal dunia di RSUD Lanto Dg Pasewang

Sedangkan korban lain Lili mengalami
luka robek pada siku sebelah kiri, luka robek pada paha sebelah kanan, luka robek pada punggung sebelah kanan, luka robek pada pantat sebelah kiri, korban ini masih mendapat perawatan medis dipuskesmas Kelara.

Selain itu terduga pelaku Mursalim mengalami luka robek pada kepala sebelah kiri, luka robek pada lipatan lutut bagian kanan, luka bengkak pada bagian pipi dan mata yang dilakukan oleh keluarga korban dan mendapat perawatan medis di rumah Sakit Umum Lanto Dg Pasewang.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan dipolsek Kelara dan membawanya ke Polres Jeneponto, namun karena pelaku terluka dibawah ke RS Lanto Dg Pasewang untuk perawatan medis. Jadi saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Jeneponto,”jelas Syahrul.

Kapolsek Kelara IPTU Bakrie mengatakan Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, saat dilakukan penyelidikan tidak ada sebab dan akibat yang menyebabkan pelaku melakukan penganiayaan terhadap dua orang itu.

“Satu meninggal dan satu orang luka luka. Korban dan pelaku bertetangga. Dari pihak kepolisian masih berjaga jaga untuk menghindari amukan keluarga korban dan menjadi sasaran adalah pelaku karena jarak rumah korban dan pelaku dekat. Upaya yang dilakukan pendekatan untuk tidak mengambil tindakan anarkis,”tambahnya. (Mahmud)