Pemkab Jeneponto Tanggung Biaya Pesawat, 21 Korban Kapal Wahyu Ilahi

LINKBERITA.COM, JENEPONTO -Sebanyak 21 korban terbakarnya Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi 02 GT 66 rencananya akan dipulangkan pada 5 September 2018 besok. Biaya ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jeneponto, Mus Mulyadi mengatakan Jadwal pemberangkatan 21 penumpang selamat, Korban Wahyu Ilahi tersebut akan berangkat besok pagi dari bandara Juanda Surabaya Jawa Timur ke Makassar Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, 21 orang itu setiba di Makassar akan menuju jeneponto untuk diserah terimakan ke keluarganya yang bertempat di rumah jabatan Bupati Jeneponto, kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu.

Rapat Koordinasi diruang rapat Sabandar Probolinggo Jatim, dihadiri BPBD Jeneponto Mus Mulyadi, Kapolsek Batang, IPTU Kaharuddin Sita, Danramil Batang Kapten Inf Muh Amin dan dari Kodim 1425/Jpt Serma Sahabuddin. Rapat tersebut untuk Pemulangan 21 Korba Kapal Wahyu Ilahi 02 GT 66. Selasa (4/9/2018).

“Saat ini, kondisi korban masih ada yang mengalami trauma, jadi kepulangannya di tunda tadi. Besok 5 September kita pulangkan menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Juanda Surabaya Jawa Timur. Biayanya pemkab yang tanggung,”kata Mulyadi kepada linkberita.com. Selasa (4/8/2018).

Untuk menjemput Korban tersebut merupakan perintah Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, sekaligus untuk memastikan kondisi 21 korban, pasca terbakarnya dan tenggelamnya kapal Wahyu Ilahi itu.

“Kondisi dan keadaan korban saat ini sudah membaik, meskipun masih ada yang terganggu pisikologisnya. Kami bersyukur ia selamat dan besok sekalian kami akan menemani pulangan ke Jeneponto,”jelas Mulyadi lewat sambungan telepon lagi.

Ruslan, salah seorang dari penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi mengaku, sudah tak sabar ingin bertemu dengan keluarganya di Kecamatan Batang.”Sudah rindu sama keluarga dan ingin pulang. Besok pesawatnya berangkat,”ujarnya.

Diketahui, Sebanyak 21 penumpang kapal Wahyu Ilahi 02 GT 66 hilang kontak dan mengalami kecelakaan laut pada Kamis (30/8/2018) di perairan laut Bima, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal tersebut terbakar dan tenggelam sehingga ratusan hewan ternak tak dapat dialamatkan. Dari 21 penumpang termasuk ABK dan Nahkoda berhasil diselamatkan oleh KM Nagoya Sejahtera 04 yang berada di sekitar lokasi perairan tersebut.

Redaksi