Penikahan Dini di Jeneponto Diduga Langgar Aturan

LINKBERITA.COM, JENEPONTO -Pernikahan di bawah umur terjadi di Kampung Birangloe, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun, pernikahan yang dilangsungkan Minggu (2/9/2018) kemarin itu, perempuan berninisial RD dan pria berinisial RW.

Mempelai pria tersebut, warga Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

RD baru berusia 14 tahun baru tamat sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara pria RW berumur 16 dan baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Imam Lurah Tonrokassi Barat, Baso mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam proses pernikahan itu karena masih di bawah umur.

“Orang tuanya yang menikahkan, saya tidak kasih izin karena tidak sesuai aturan. Perempuannya baru tamat SMP yang laki-laki belum cukup umur juga,”kata Baso kepada Wartawan.

Sekertaris KAU Kecamatan Tamalatea Amirullah mengatakan Undang-undang pernikahan mempersyaratkan calon pengantin pria minimal berusia 19 tahun dan mempelai perempuan 16 tahun.

“Tentu harus ada dispensasi pengadilan agama dan harus juga diketahui pihak KUA setempat, jika akan melangsungkan pernikahan itu,”Kata Amirullah. Selasa (4/9/2018).

Amirullah menambahkan pernikahan yang terjadi dibawah umur di kampung Birang Loe tersebut dari pihak KAU tidak dilibatkan.

“Tidak ada permohonan kita terima dari orang tua perempuan. pernihakan dibawah umur itu, yang nikahkan mungkin walinya, ini sudah ada aturan yang dilanggar,”tambah Amirullah.