Polisi Tangkap Otak Perusak Tiga Unit Rumah di Jeneponto, Begini Kronologisnya

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Tim Pegasus Polres Jeneponto menangkap terduga pelaku pengrusakan tiga unit rumah di Kampung Parang Lambere, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Kamis (20/9/2018).

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, Yacang (55) diduga sebagai otak dari pengrusakan tiga unit rumah tersebut. Pelaku ditangkap di Kampung Taipa Kalongkong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, pasca kejadian beberapa bulan lalu.

Kasus tersebut berawal dari perkelahian pemuda beberapa bulan yang lalu hingga mengakibatkan korban jiwa, Benny (18) meninggal dan berbuntut panjang hingga proses hukum.

“Diduga anak dari Yacang menuduh salah seorang sebagai pelaku penikaman terhadap anaknya dan mengumpulkan massa sekitar 200 orang dan merusak rumah, yang diperkirakan kerugian ratusan juta rupiah,”kata Syahrul.

Foto : Tiga unit rumah yang dirusak ratusan massa dikampung Taipa Kalongkonga, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Dari hasil pengungkapan dan penyelidikan diketahui orang yang dirusak rumahnya, bukan pelaku penikaman sehingga merasa keberatan dan melaporkan kejadian itu, ke Polres Jeneponto.

Tim pegasus bersama unit resum mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada dikampungnya, langsung bergerak menuju tempat tersebut.

“Saat penangkapan dilakukan pengepungan dirumah pelaku dan akhirnya dapat ditangkap. Pelaku sudah diamankan dipolres jeneponto untuk proses hukum,”kata Syahrul.

Dari informasi yang dihimpun linkberita.com, tiga unit rumah panggung di rusak massa di Kampung Taipakalongkong Kelurahan Tonrokassi Kecamatan Temalatea Jeneponto Sulawesi Selatan, Jum`at malam 1 Juni, sekitar pukul 19.30 wita hingga 23.00 Wita.

Massa diperkirakan berjumlah ratusan orang yang diduga berasal dari Kampung Paranglambere Kelurahan Tonrokassi kecamatan Tamalatea.

Ratusan massa itu, tidak hanya merusak tiga unit rumah saja, namun seluruh isi rumah juga ikut dirusak, dengan menggunakan batu gunung, parang dan balok kayu. Kejadian itu dibenarkan oleh Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

“Benar adanya dugaan pengrusakan rumah itu, namun belum diketahui pasti motif dibalik pengrusakan tiga unit rumah tersebut. Untuk sementara kita harus dalami dulu,”kata Syahrul. Sabtu (2/6/2018).

Tiga unit rumah yang dirusak oleh ratusan massa tersebut masing-masing milik Kaisang Daeng Siale (40), Lassa (70 ) dan Juma Daeng Mangnge ( 50 ). Akibat Pengrusakan tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman mengatakan motif pengrusakan rumah tersebut disebabkan keluarga korban tidak terima, adanya terduga pelaku yang diamankan dibebaskan.

“Keluarga korban menyangka ada pelaku yang dibebaskan pada hal hanya saksi. Kasusnya sudah digelar perkara dan mendatangkan dari keluarga korban dan pelaku utama, Umar tetap kita amankan. Jadi yang kita pulangkan itu hanya sebatas saksi,”jelas Boby lewat telepon. Sabtu (2/5/2018).

Editor : Dzul