Ratusan Anggota Bhayangkari Jeneponto Sambut Kunker Ny. Julachmi Hamidin

Ibu Kapolda Sulsel Ny. Julachmi Hamidin mengunjungi TK Kemala Bhayangkari 15 Jeneponto. Kamis (21/3/2019).

JENEPONTO | Kamis 21 Maret 2019, Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, yang juga selaku Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Sulsel, melaksanakan agenda Kunjungan Kerja (kunker) ke Pengurus Bhayangkari Cabang Jeneponto, disambut ratusan anggota bhayangkari.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan dalam Kunjungan Istri orang nomor satu di Polda Sulsel itu, memberikan beberapa pesan kepada seluruh anggota bhayangkari Cabang Jeneponto. Sekaligus tata muka dengan para ibu ibu bhyangkari.

“Agar bhayangkari senantiasa menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan serta senantiasa meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan. Tatap muka ini dihadiri 250 anggota bhayangkari cabang Jeneponto, dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban,”kata Syahrul dalam rilisnya.

Lanjut Kata Syahrul Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Julachmi Hamidin menegaskan kepada bhayangkari agar mampu memberikan kontribusi positif menjelang pesta demokrasi dengan tidak menyebarkan berita bohong/hoax dan cerdas bijak dalam menggunakan media sosial.

Ibu Kapolda yang biasa disapa Ny. Iyul Hamidin ini juga mengunjungi TK Kemala Bhayangkari 15 Jeneponto. Suasana ceria dan riuh anak-anak TK menyambut kedatangan beliau. Ia menyerahkan bantuan alat permainan edukatif dan beberapa buku bacaan.

Dalam pesannya kepada para orang tua siswa, guru dan pengurus YKB Jeneponto. Pada usia dini merupakan masa-masa Golden Age, pada masa golden age berumur 0-6 tahun pada masa ini otak anak berkembang 80%.

Pada masa ini pula anak-anak mudah dibentuk oleh karena itu anak perlu dibimbing dengan cara yang baik dan sesuai dengan usianya, agar nantinya dia menjadi anak yang unggul dalam agama maupun intelektualnya.

“Peran pendidik dan orang tua dalam mendidik anak sangat penting. Orang tua dan pendidik harus melihat potensi anak yang dimilikinya dan orang tua maupun pendidik harus membantu mengembangkan potensi yang dia miliki, dan jangan sampai orang tua memaksa kehendak pada anaknya,”tuturnya.

Kunjungan Kerja tersebut ditutup dengan memberikan Tali Asih kepada Warakawuri, Istri Purna dan anak Yatim Polri.