Ribuan Orang di Jeneponto Terjangkit Penyakit Tuberculosis

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Koordinator TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto, Sapriadi Saleh, mencatat selama Januari hingga Agustus 2018, Jumlah korban yang mengalami penyakit tuberculosis (TB) di Jeneponto, sebanyak 1.366 orang.

Kata Sapriadi Saleh, para korban terduga TB yang terdeteksi, merupakan hasil investigasi kader Pejuang Lillahi Ta’ala (PELITA). Jumlahnya, dari Juni-agustus 2018, kader aisyiyah menemukan Suspek TB sebanyak 396 orang dan positif TB sebanyak 45 orang.

“Sementara untuk data Januari sampai Juni 2018, kita temukan suspek atau terduga TB, yakni 970 orang. Sedangkan yang positif mengidap penyakit TB itu sebanyak 214 penderita,”kata Sapriadi Saleh kepada Wartawan Senin (6/8/2018).

Temuan Community TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto dibuka saat menggelar rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Petugas TB Puskesmas dan kader TB Care Aisiyah Jeneponto baru baru ini di Aula Assifa Dinas Kesehatan Jeneponto.

“Jadi Pertemuan koordinasi itu juga membahas pelaksanaan investigasi kontak dan merumuskan solusi terkait kendala-kendala pelaksanaan investigasi kontak yang telah pernah dilakukan kader TB Aisyiyah dua bulan terakhir,”jelas Sapradi Saleh.

Tidak hanya itu, sampai saat ini para Kader Asyiyah Jeneponto menjalankan kontak investigasi. Program kontak investigasi tersebut kata dia, adalah merupakan salah satu strategi dalam menemukan kasus TB yang ada di Jeneponto.

“Dimana Kader TB Aisyiyah melakukan investigasi kontak, dimulai saat mendapatkan kasus indeks (penderita TB yang telah sembuh), kemudian, kader mendatangi rumah kasus indeks tersebut untuk menemui keluarga yang pernah sekontak rumah,”katanya.

Mereka yang melakukan investigas adalah Kader yang memberikan edukasi dan penjaringan kepada keluarga dan tetangga kasus indeks dengan target kader menjaring 30 orang. Jika dalam penjaringan ditemukan suspek TB maka langsung dirujuk ke Puskesmas.

“Tidak berhenti disini, para kader juga mendampingi pengobatan penderita positif TBC sampai pengobatan tuntas dan dinyatakan telah sembuh. Inilah yang menjadi rutinitas kader aisyiyah setiap waktu, tanpa mengenal lelah dan bahkan tanpa di gaji,”tambahnya.