Sekda Jeneponto Akhirnya Panggil Kadishub, Ini yang Ditanyakan

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Penjabat Sekkab Jeneponto akhirnya memanggil kadis perhubungan kabupaten Jeneponto untuk mempertanyakan surat tugas pemungut retribusi.

Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin menjelaskan Kadishub jeneponto Arfan Sanre mengaku sudah menanda tangani surat tugas pemungut retribusi tersebut. Surat tugas yang beredar itu memang belum ada yang ditanda tangani.

“Saya sudah panggil dan menanyakan surat tugas pemungut retribusi itu, tapi mengaku sudah tanda tangan, ada kareng surat tugas saya tanda tangani. Tapi ini kan menurut mereka,”kata Syafruddin meniru perkataan, Arfan. Senin (24/9/2018).

Sementara Kepala dinas Perhubungan Jeneponto, Arfan sanre membantah tidak benar kalau dikatakan dirinya belum menanda tangani surat tugas pemungut retribusi disejumlah tempat.

Menurutnya, pada 1 September sudah menanda tangani surat tugas pemungut retribusi disejumlah tempat dan sudah dibagikan kepada para petugasnya masing masing.

Surat tugas yang tertanggal 1 Agustus 2018 itu, tidak berlaku karena terdapat interval waktu dan dinyatakan surat tugas lama yang berlaku. Ini hanya persoalan koordinasi saja. Seharusnya Kepala Bidang koordinasi dengan Kepala Seksi Parkir.

“Jadi kalau penanda tanganan itu, hanya persoalan waktu dan bukan berarti saya tidak ingin tanda tangan. Ini banyak pekerjaan dan terkadang mulur, kan ada yang tanggal 1 September saya tanda tangani. Bukan itu, yang 1 agustus yang berlaku,”kata Arfan.

Arfan Sanre juga menjelaskan bahwa mungkin hanya miskomunikasi saja dan menduga ada oknum dishub yang punya kepentingan lain. Kedepannya dishub perlu tenaga profesional dan punya SDM yang bagus.

“Awalnya bagus, namun saya menduga ada oknum dishub yang akan memcoba merusak hubungan dalam internal. Bahkan ada oknum yang saya dengar ingin mengganti posisi Sekertaris,”pungkasnya.

Editor : Awam