Tak Dibantu Kontainer, Lurah Bontotangnga Geram

LINKBERITA.com, JENEPONTO– Kepala Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Sitti Subaedah Baso. Sangat menyangkan sikap kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto, Suardi.

Sitti Subaedah mengatakan, dari tahun 2017 lulu, pihaknya sudah mengusulkan kontainer untuk tempat pembuangan sampah di Kelurahan Bontotangnga, namun sampai saat ini tidak ada realisasi,

Menurut dia, permintaan kontainer, sudah diusulkan dan dibahas pada rapat Musrembang tahun kemarin, ditingkat Kelurahanan bahkan sampai ditingkat Kecamatan, akan tetapi itu tak diperhatiakan, ucap Subaedah. Kamis, (6/12/2018).

“Bahkan saya marah-marah, pada saat rapat musrembang. Dan kepala Dinas  Lingkungan Hidup ada pada saat itu,, dan saya juga sudah dijanji sama kepala seksinya, Daeng Buang, tapi sampai sekarang tidak ada, padahal sudah ada mi tempat disiapkan disana,” katanya.

Ia menganku, bahwa sampah yang bertumpuk sekarang diwilahnya tepat di jalan Poros Pammanjengang Jeneponto. Sudah lama berserakan dan sangat mengganggu para pengguna jalan, justru sudah membusuk lagi. Karena tidak diangku-angkut,

“Karena sakin joroknya sampah yang disana ?, sehingga wargaku datang ke kantor mengadu keluhkan itu sampah, jadi saya bayar 500 sama orang untuk mengangkut itu sampah. Tapi sekarang mulai lagi banyak saya lihat,” tuturnya,

Selain itu katanya, mas-mas yang menjual itu perlu dilakukan pendataan, karena sampah yang bertumpuk banyak itu diduga hasil kotoran dari para penjual mas-mas. Kita tidak tahu, mas-mas siapa atau warga dari mana karena menurut warga disekitar. Sampahnya itu dibuang saat tiba malam.

“Ini belum sebarapa baunya, apalagi yang kita hadapi sekarang ini adalah musim hujan. Diperparah lagi karena yang pemulung, mereka bongkar itu sampah didalam karung, dia cari plastiknya jadi itu sampah berserakan,” tambahnya,

Berharap agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto, mempasilitasi tempat sampah (kontainer). Karena kasihan warga, di sana ada Perumahan (BTN) ada sarana Ibadah (Mesjid) dan juga ada sarana pendidikan sekolah SMK, yang tidak jauh dari tumpukan sampah itu. Harapnya.

Editor : Samsir