Tak Punya Rekomendasi, Diknas Jeneponto Bakal Tolak Langganan Koran Sekolah

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Beredar kabar, media cetak koran, yang berlangganan disejumlah sekolah harus berhadapan dengan aturan baru. Aturan tersebut dikeluarkan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Salah seorang awak media, Ridwan mengatakan aturan itu baru diketahuinya setelah mendatangi beberapa sekolah untuk menawarkan berlangganan. Namun pihak sekolah meminta rekomendasi yang dikeluarkan Diknas Jeneponto.

Hanya saja, Ridwan tidak menyebutkan sekolah mana saja yang di maksud itu. Jika itu benar, akan menjadi isapan jempol bagi awak media khusus pada media cetak yang ada di Kabupaten Jeneponto itu.

“Saya yang dengar langsung disekolah, sudah ada beberapa sekolah yang minta rekomendasi, jika tidak ada, tidak diterima berlangganan lagi. Rekomendasi itu harus keluar dari Dinas Pendidikan Jeneponto,”kata Ridwan. Selasa (28/8/2019).

Sementara, Muh Arif mengatakan jika betul yang dikatakan kepala dinas pendidikan jeneponto, Nuralam terkait dengan rekomendasi dan koran tidak di terima di sekolah, tentu ini semua harus ada penjelasannya.

“Apakah ini benar bahwa para kepala sekolah tidak akan menerima lagi koran berlangganan di sekolah,”jelas Ketua Sepernas yang baru saja terpilih secara aklamasi itu, Muh Arif.

Sekertaris Dinas Pendidikan Jeneponto Uskar Baso mengatakan pak kadis Nur Alam Basir tak pernah mengeluarkan pernyataan itu. Namun baru sebatas ide-ide dan pada tahun ajaran baru mungkin saja itu diberlakukan. Hanya saja teman teman Kepala Sekolah tidak memahami yang sebenarnya.

Untuk sementara rekomendasi untuk berlanganan koran di sekolah dibatalkan, bagi awak media yang sudah berlanganan di sekolah jalan saja, mencari langanan. Termasuk juga pihak sekolah agar membayar tunggakan korannya, kenapa harus begitu.

“Jadi rekomendasi langganan koran itu batal, bagi yang ingin cari langganan jalan saja di sekolah. Hanya saja dimungkinkan pada tahun ajaran baru akan diberlakukan rekomendasi itu. Tapi ini baru sebatas rencana,”kata Uskar di ruang pertemuan Diknas Jeneponto.

Informasi dihimpun linkberita.com, Salah satu sekolah yang menolak berlangganan diantaranya SD Pabbentengan, SD Barobbo dan beberapa sekolah lainnya tiga Kecamatan di jeneponto.

Penulis : Akbar