Tim Deputi Kementerian KP3 A RI, Merespon Positif Tamtur Jeneponto

LINKBERITA.com, JENEPONTO¬†— Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesian (KP3 A RI) Ny. Ani Astuti bersama rombongan tim auditor pendamping kementerian KP3 A RI berkunjung ke Jeneponto, tepatnya di Taman Turatea, Jl. Lingkar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu. Selasa, (6/11/2018)

Kunjungan mereka dalam rangka sosialisasi advokasi yang merupakan nilai standar dan sertivikasi ruang bermain ramah anak yang merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pemenuhan anak dan perlindungan anak.

Menurut ketua tim Deputi Kementerian KP3 A RI, Ny. Ani Astuti, ruang bermain ramah anak ini merupakan indikator dari 24 indikator Kabupaten/Kota layak anak. Dimana dari 24 Kabupaten kota layak anak tersebut, disuatu wilayah apabila telah memenuhi 24 indikator kabupaten kota layak anak.

“Nah, ini ada kategori-kategorinya untuk kabupaten layak anak itu. Kategori yang paling bawah yaitu, Pratamah, yang kedua adalah Madiyah dan Nindiyah, kemudian paling terakhir adalah kabupaten layak anak,” katanya.

Kata dia, ketika kabupaten sudah layak anak itu terpenuhi, maka ke 24 indikator tersebut, skornya adalah 1000, sementara 24 indikator layak anak itu salah satunya ada ruang bermain layak anak.

Olehnya itu, bagaimana pemerintah dalam hal ini, memberikan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk tumbuh kembangnya anak secara oftimal. Sehingga ada tempat untuk ruang bermain terhadap layak anak, cetusnya.

“Tentunya pemerintah negara punya kewajiban untuk memberikan pemenuhan hak anak dan melindunginya serta memperhatikan pandangan anak. Jadi pemerintah harus memberikan pembangunan akses sebagai wujud manfaat untuk anak-anak kita, tambahnya

Ia mengaku bahwa tugas kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu, untuk mengkoordinasikan tentang hak-hak anak, dan hak-hak perempuan harus bisa diintegrasikan kesemua OPD yang harus direspon. Tutupnya

Sementara, ketua tim auditor sekaligus pendamping anak Safwan, mengungkapkan, bahwa melihat kondisi ruang taman anak ini, masih proses penilaian tim. Untuk layak atau tidaknya belum ditahu, karena masih proses, tapi melihat secara semangat daerahnya sangat bagus

“Yah, saya melihat secara umum bukan lagi cukup bagus tapi sangat bagus, terutama semangat para dinas-dinas terkait, yang paling penting itu adalah semangatnya, sisa nanti sambil jalan bagaimana perbaikannya untuk lebih ditingkatkan lagi. Namun pada prinsipnya ini sudah cukup positif,”ucapnya. (Samsir – Akbar)