TNI Bangun Jembatan Bailey di Jeneponto, Maksimal 10 Ton Bisa Lewat

JENEPONTO | Pekerjaan Jembatan Bailey sepanjang 40 meter yang dikerjakan oleh TNI Yon Zipur 8 SMG, sejak 5 hari lalu, kini ditinjau langsung Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi.

Tepatnya di Kampung Munte, Desa Bontomate’ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) Minggu (10/2/2019).

Jembatan Bailey yang dibuat oleh TNI tersebut bisa dilewati oleh kendaraan roda empat yang bertonase maksimal 10 ton, selebihnya itu tidak dibolehkan, sebelum lewat kendaraan diharap antri.

Mayjen Surawahadi, didampingi ketua Persit Canrakirana Kodam XIV Hasanuddin, Komandan Korem 141 Bone, Danyon 726 TML, Danyon Zipur 8  Mayor Catur, Dandim 1425 Jeneponto, Letkol ARH Sugiri serta Plt Kadis PU Jeneponto Muh. Arifin Nur.

Jenderal bintang dua tersebut disambut Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir, Camat Turatea, beberapa kepala Desa di Kecamatan Turatea, para Kepala dusun, tokoh masyarakat serta ratusan warga Munte, dan puluhan korban banjir.

Pangdam XIV Hasanuddin Sarawahadi mengatakan Jembatan baelly ini paling lambat Selasa 12 Februari 2019 sudah dapat digunakan oleh warga setempat di jeneponto.

“Selasa 12 Februari 2019 paling lambat, jembatan ini sudah bisa digunakan warga setempat,”sebutnya

Pada kesempatan itu, beliau juga respon terhadap warga soal kebutuhan air bersih untuk para parga korban banjir. Menurutnya akan membuat sumur bor, tapi pipanya harus disiapkan pemda Jeneponto.

“Kami akan perintahkan Danyon Zipur 8 bersama Dandim 1425 Jeneponto untuk segera bantu warga soal air bersih. Kita bikinkan sumur bor karena alat bor dari Zipur 8 siap bersama personil yang penting pipanya pemda Jeneponto yang siapkan,”kata Surawahadi.

Respon rencana pembuatan sumur bor ini, berawal dari usulan Kepala Desa Bontomate,ne Suaib yang meminta kepada Pangdam XIV. “Agar ada pengadaan sumur bor terhadap korban banjir dikampung ini,”harap Suaib (Sam)