Tuntut Ganti Rugi, Petani Rumput Laut Bantaeng Bakal Hilang Mata Pencaharian

53
Petani rumput laut minta ganti rugi, lahan yang dijadikan dermaga tempat sandar kapal pengangkut biji nikel di Desa Papanloe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.Senin (10/9/2018).

LINKBERITA.COM, BANTAENG – Petani rumput laut minta ganti rugi lahan yang dijadikan dermaga tempat sandar kapal pengangkut biji nike milik PT. Huadi di Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Dari awal pembangunan sampai sekarang, belum ada tanda – tanda lahan petani yang sehari – hari menjadi mata pencaharian akan mendapatkan ganti rugi.

Lahan petani rumput laut yang cukup luas tersebut diperkirakan jika harus diganti rugi sekitar Rp. 600 juta secara keseluruhan.

“Belum adanya kepastian ganti rugi lahan petani rumput laut di Desa Papanloe oleh PT. Huadi kami memberi waktu selama dua minggu kedepan,”jelas Aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulsel Yudha Jaya, Senin (10/9/2018) kepada Wartawan.

Baca Juga ! :  Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam Bangkok di Kampung Pannara

Dia berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Bantaeng serius menangani permasalahan ini. Apalagi, otomatis mata pencaharian masyarakat terenggut karena dermaga sandaran kapal.

“DPRD Bantaeng sebagai tempat kami menyampaikan aspirasi beberapa hari yang lalu terkait kasus tersebut tentunya kami berharap DPRD Bantaeng bersikap serius,”kata Yudha.

Demi membela rakyat kecil, dia mengancam akan melakukan aksi di DPRD Bantaeng bersama dengan masyarakat apabila tidak menemukan solusi.

“Namun jika persoalan rakyat itu tidak menemukan titik terang maka kami dari mahasiswa akan melakukan aksi di DPRD Bantaeng,”tegasnya.

Baca Juga ! :  Warga Binaan Rutan Jeneponto Dapat Tawaran Kerja di Malaysia

Penulis : Hardi – Jjt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here