Video : Cerita Nahkoda Kapal Wahyu Ilahi 02 GT 66 Terbakar dan Tenggelam di Laut

405

LINKBERITA.COM, JENEPONTO – Nahkoda Kapal Wahyu Ilahi 02 GT 66 Rahman menceritakan awal kecelakaan laut tersebut, kurang lebih setengah jam di laut berjuang hidup untuk menyelamatkan diri dari dalamnya laut Flores sekitar Taka Bonerate.

Sebelum Kapal terbakar kata Rahman, ia melihat seekor sapi diatas kapal lari dan dikejarnya setelah aman, melanjutkan perjalanan, tapi kurang lebih 8 atau 9 jam kapal laju, tiba tiba melihat cahaya muncul dari depan, masuk di ruang dalam mesim.

Tak lama mesim tersebut meledak dan muncul api di dalam kamar, ia pun berusaha memadamkan dengan air. Namun api cepat membesar dan susah untuk di padamkan lagi, sehingga seluruh penumpang serta ABK mulai panik di tambah kapal sudah dalam posisi miring dan mulai tenggelam.

Baca Juga ! :  Mantan Ketua KPK Asal Sulsel, Hadir Bersama NA Lepas Peserta Bira Sunset Run
Ini Anak dan orang tuanya selamat, pasca kapal Wahyu Ilahi kecelakaan laut. Rabu (5/9/2018)

“Dengan terpaksa semua penumpang melompat kelaut dengan menggunakan alat seadanya untuk berenang. Saya bersama dengan korban lainnya bertahan di laut sekitar setengah jam,”kata Rahman. Rabu (5/9/2018) malam.

Untuk selamat dari dalamnya laut, ia melihat kelapa hanyut, itu yang digunakan sebagai pelampung, sebuah kelapa yang terapung yang masih terbungkus karung dan 6 orang berpegangan, termasuk dengan penumpang lain berusaha menyelamatkan diri.

Selain itu Ia juga berusaha menyelamatkan penumpang lain, yang hanya perpegan pada se ekor Sapi juga dijadiakan pelampung di laut. Namun sapi itu mati dan tenggelam sehingga langsung melakukan pertolongan dengan memberikan kelapa yang masih ada.

Baca Juga ! :  Pj Gubernur Ajak Jumras, Catat Jalan Rusak, Banyak Bolong Bolong

“Jadi yang berpegan di sapi itu seorang anak kecil bersama dengan orang tuanya. Tapi itu tidak lama sapi mati dan tenggelam. Jadi saya langsung menolongnya, saya angkat naik ini anak dikelapa yang dijadikan pelampung, saya selamatkan dengan jarak yang tidak jauh,”ucap Rahman.

Beruntung terdapat Kapal KM Sejahtera lewat memberikan pertolongan. Kapal itu tujuan Probolinggo Jawa Timur. “Semua penumpang dan ABK selamat ada 21 orang langsung diangkut. Sedangkan hewan ternak Sapi 100 ekor, Kambing 100 ekor, kuda 75, kerbau 100 semuanya tak dapat diselamatkan.

Baca Juga ! :  Trail Adventure dan Kopi Khayya Dirangkaikan Festival Phinisi ke 9 di Bulukumba

Selama di Probolinggo Jawa Timur di Jamu dengan baik oleh pemerintah daerah, termasuk pemeriksaan kesehatan, tempat tinggal dan pakaian serta makanan. Tapi semua hewan ternak yang ratusan ekor itu mati.

“Makanan, pemeriksaan kesehatan, tempat tinggal semuanya itu di tanggung Polres Probolinggo dan Pemda, selama disana,”kata Rahman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here