Warga Keluhkan Sampah Berserakan dan Bau Busuk di Poros Pammanjengang Jeneponto

LINKBERITA.com, JENEPONTO– Slogan Jeneponto “Gammara” (Gerakan Bersama Menuju Turatea Yang Ramah). Slogan tersebut, memiliki makna dalam bahasa Makassar, gagah, indah, bersih, bernilai seni dan ramah.

Tapi anehnya, slogan Jeneponto Gammara, justru diduga banding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan. Pasalnya sampah yang berserahkan di jalan Pammanjengan, poros Jeneponto, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, malah hanya menjadi pemandangan wisata saja, baik kepada pengguna jalan maupun para pengendara yang lewat antara arah Bantaeng dan Makassar, karena diduga kurangnya perhatian serius oleh istansi terkait dalam mengambil inisiatif

Ironisnya lagi, Terpantau, sampah yang beserakan dilokasi yang dimaksud, sangat berdekatan dengan sarana ibadah (masjid), dan sarana pendidikan salah satu sekolah SMK, akan tetapi sampah yang bau busuk dan kelihatan jorok itu, diabaikan begitu saja.

Salah seorang warga pammanjengan, Idil Dg Tompo (25) menuturkan, sampah yang berserakan itu, memang sudah lama menumpuk, karena tidak diangkut-angkut. Memang mengundang bau busuk dan sangat mengganggu para pengguna jalan, ucapnya kepada media. Rabu, (5/12/2018)

“Awalnya waktu banyak sampah, Ibu lurah pernah ji datang angkut itu sampah, tapi ini banyak lagi bertumpuk, karena kurangnya kesadaran warga,” katanya

Menurut, Tompo, yang membuang sampah ditempat tersebut rata-rata orang lewat. Bukan warga BTN karena di BTN ini ada juga tempat sampahnya sendiri dan sebagian sampahnya juga dibakar.

“Ada ji juga perhatiannya Ibu Lurah, makanya ibu lurah pasangi disitu tiang yang tertulis, dilarang buang sampah ditempat ini, denda 100.000 ribu. Tapi memang warga tidak ada kesadarannya.” Jelas Tompo

Editor : Samsir